Hi! WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 09 Januari 2014

Kucing Peliharaan

Ane punya kucing dirumah, kucing ane ada 2, betina dua-duanya namanya Lolo dan Lala mereka lahir dari Induk yang bernama ozie, dia ini betina tapi namanya kaya cowok ya? Haha iya emang namanya itu, yang beri namanya bukan ane sendiri melainkan adek ane haha, sekarang dia sudah dikasih sodara, karena udah ribet mengurus kucing banyak-banyak makanya dikasih hehe, terus awal punya kucing tuh sekitar ane SMA (sekarang kuliah  hihi), itu juga punya karena dikasih dan kucing-kucing ane ini adalah kucing Ras bukan kucing liar or garong yah haha, kelakuan mereka juga beda banget ama kucing-kucing biasa.

Nah, pertama kali punya kucing itu 2 juga. Cuma, 1 kucing betina dan 1 lagi jantan, ane dapat mereka ini dari sodara juga haha, sebenarnya sih kucing-kucing ini bukan dikasih tetapi bisa dibilang dipinjam lah hehe. Si 2 kucing ini namanya Pretty dan Delon haha, nah mereka ini kawin dan akhirnya punya anak, dan lahir lah si ozie haha, oh ya si ozie ini sebenarnya anaknya banyak sebelumnya tapi udah pada dikasih dan ada juga yg dijual, nah yang dijual ini sempat dipelihara, nama dia juwita haha, waktu itu laku 800ribu, dan akhirnya duitnya dibelikan kandang baru. Ane saying banget dah ama kucing-kucing ane keluarga ane dirumah pada suka kucing juga, pokoknya keluarga-keluarga ane yang lain rata-rata pada suka kucing.

Kenapa alasannya ane suka kucing? Karena kelakuan dan rupa mereka lucu haha, tidak tahu kenapa ane gemes banget kalo liat kucing terutama kucing Ras, kaya Anggora, Persia, atau Pignose (yang hidungnya pesek), ane pingin banget punya kucing pignose, sampe-sampe kucing ane yang juwita itu mau dikawinkan sama kucing orang yang pignose tapi tidak kesampean karena belum matang buat kawin haha, dan kucing-kucing ane ini Ras nya blasteran atau campuran dari Persia dan angora, tapi lebih ke Anggora, bedanya angora sama Persia itu kalo Persia cenderung gemuk dan pendek dengan bulu-bulu yang tebal. Kalo kucing angora itu punya bulu tebal dan ekor panjang seperti musang.


Itu saja tulisan dari ane tentang kucing ane yang ane bisa sampaikan hehe, terima kasih sudah mau membaca, kurang lebih mohon maaf…

Rabu, 08 Januari 2014

Renungan Untuk Penonton Televisi di Indonesia

Tulisan ini berdasarkan penuturan seorang presenter Televisi Pandji Pragiwaksono, penuturannya akan membahas tentang keadaan industry Televisi, isinya tertuju untuk Industri TV di Indonesia berikut penuturannya,

Industri TV memang aneh.

Fakta bahwa mereka hidup dari rating karena pengiklan berpatokan kepada rating membuat tindak tanduk stasiun TV jadi aneh aneh demi ditonton orang.

Sebenarnya, penonton TV itu seperti Piramid terbalik. Yang paling banyak nonton adalah yang merupakan kelas ekonomi bawah. Artinya ketika sebuah acara TV ratingnya bagus, maka itu bukan menandakan program tersebut banyak ditonton orang, tapi menandakan bahwa program TV itu banyak ditonton oleh masyarakat kelas bawah.

Sistem survey Nielsen Media Research juga disesuaikan dengan strata ekonomi para penonton TV. Misalnya, dari 100 responden, 50% adalah dari strata ekonomi bawah, 30% ekonomi menengah, 20% ekonomi atas. Mengapa angkanya tidak rata, karena kenyataannya memang yang nonton jumlahnya tidak rata. Kalau angkanya dibuat sama, maka hasil risetnya tidak akan akurat menggambarkan kenyataan di lapangan

Itulah mengapa banyak program TV yang terpaksa di “Dumb it down” atau dibikin “goblok” demi mendapatkan perhatian masyarakat kelas bawah.

Lucunya, atas alasan pencitraan, sejumlah stasiun TV mengaku kepada saya mereka butuh program program kelas menengah ke atas. Stasiun stasiun TV ini mulai kewalahan menyuguhkan program program TV kelas bawah karena iklan yang masuk akhirnya untuk masyarakat kelas bawah yang notabene bukan perusahaan besar dan kurang mampu bayar mahal. Sebagai ilustrasi, anda tidak akan pernah melihat iklan BMW di Indosiar.

Namun TV dengan sasaran penonton kelas menengah ke atas juga kewalahan karena iklan iklan tidak ada yang masuk, pengiklan tidak mau pasang di TV tersebut karena penontonnya sedikit.
Harusnya pengiklan tidak memasang iklan dengan ditentukan dari berapa banyak orang yang menonton, tapi siapa yang menonton.

Saya jadi ingat Dave Chappelle, yang setelah punya reputasi hebat sebagai Stand-Up Comedian ditawarin membuat program TV The Dave Chappelle Show.

Setelah 2 season yang super sukses,  thn 2005 Viacom sebagai induk perusahaan Comedy Central menawarkan kontrak season 3 & 4 sebesar $ 55.000.000,- atau sebesar Rp 550 milyar.  Sekadar info, 1 season adalah 13 episode. Untuk acara mingguan maka artinya 2 season itu tayang sepanjang 6 bulan kurang lebih.

Dave Chappelle menolak kontrak tersebut, dan bersama anak istrinya pindah ke Afrika untuk hidup tenang sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat.

Pertanyaanya kemudian, mengapa Dave meninggalkan uang begitu banyak?
Jawabannya, terselip di panggung ketika dia sedang dalam pertunjukan Stand-Up Comedy di 2004. Salah satu penonton sepanjang malam nge-heckle Dave (heckle atau heckling adalah ketika ada penonton yang sepanjang pertunjukan teriak teriak mencoba menarik perhatian komika yang di atas panggung). Heckler tersebut teriak berulang ulang  ”Im Rick James, Bitch!”. Sebuah kalimat terkenal (catch frame) dari acara The Dave Chappelle Show.

Dave kesal, kemudian pergi meninggalkan panggung. Beberapa menit kemudian dia kembali ke atas panggung dan berkata..

“You know why my show is good? Because the network officials say you’re not smart enough to get what I’m doing, and every day I fight for you. I tell them how smart you are. Turns out, I was wrong. You people are stupid”

Tahun 2005 Chappelle memutuskan tidak mengambil kontrak yang ditawarkan Viacom. Dave menyatakan tidak suka dorongan kreatif program TVnya diarah arahkan demi rating. Dave bilang harusnya program tersebut formatnya seperti film mini, tapi viacom inginnya dibuat sketsa seperti yang terjadi di season 1 dan 2.  Tentunya atas permintaan viacom. Dave merasa penontonnya cukup cerdas untuk memahami komedi yang ditawarkannya, stasiun TV berpikir sebaliknya, mereka merasa penonton TV kebanyakan ekonomi bawah dan tidak apresiatif terhadap hal hal yang cerdas.

Masalah Dave, adalah masalah semua orang juga di Indonesia. Provocative Proactive-pun berubah format dari talkshow dan news menjadi banyak sketsa. Katanya “Lebih seru, penonton lebih suka..”
Pada satu kesempatan, saya pernah berbincang dengan Pak Jose Rizal Manua, pimpinan Teater Tanah Air. Pertunjukan teater di mana pemainnya adalah 100% anak anak. Beliau bersama TTA pernah meraih juara pertama pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9 di Lingen, Jerman tahun 2006. Pulang ke Indonesia, beliau menawarkan pertunjukan tersebut untuk ditayangkan di TV. Seluruh stasiun TV jawabannya sama: “Penonton nggak ngerti dikasi beginian”. Pak Jose bertanya balik “Kok bisa nggak ngerti? Wong ini bisa jadi juara dunia di depan penonton jepang, jerman, inggris, dan negara negara lain sementara bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Orang asing yang ga bisa bahasa Indonesia aja ngerti bahkan jadi juara, kenapa rakyat Indonesia sendiri dibilang ga ngerti?”

Sayang, stasiun TV tetap pada pendiriannya. Suguhan teater juara dunia ini tidak ditayangkan.
Pertanyaannya kemudian, siapa yang bisa bawa perubahan kepada stasiun TV?
Semuanya.
Penonton harus menuntut program yang lebih baik.

Pemerintah sebaiknya buat UU utk menjamin tayangan TV berkualitas (di Belanda, pemerintahnya mewajibkan semua stasiun TV menayangkan program dokumenter sebanyak 20% dari total program mereka) Klien harus mulai lebih berani dalam mengambil keputusan periklanan. Yang ini pergeserannya sudah mulai terlihat.

Nielsen Media Research harusnya ada yang mengawasi, seperti di luar negeri, lembaga lembaga rating diawasi oleh lembaga Independen. Ini penting mengingat NMR adalah pemain satu satunya saat ini di Indonesia. Ada sih pemain lain tapi tidak jadi hitungan. Seperti Cineplex 21 dan Blitz Megaplex. Mereka bersaing? Come on, be real. Its still a monoply.

Power tends to corrupt, absolut power corrupts absolutely.
Pertanyaan besarnya harusnya ditanyakan kepada seluruh rakyat Indonesia, apakah benar tuduhan Dave Chappelle..

Are we all dumb?
If we are, we need to change it.
If we are not, we need to prove it.
Lets move it.

Komen dari ane :

Gambaran yang nyata terhadap pembahasan tersebut adalah acara yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta, yaitu YKS, ane sendiri sebagai pengguna televisi bingung dengan acara –acara televise sekarang mengapa hanya mengejar rating? Kalau acaranya bermanfaat sih tidak apa-apa, tetapi acara ini justru menyudut kepada hiburan semata, dan hiburan tersebut juga tidak selalu menghibur bahkan bisa mengundang kontroversi, yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan sekarang tentang goyangan fenomenal khas acara tersebut, yang membuat sebagian kalangan jengkel, jadi menurut ane sendiri untuk mengatasi hal tersebut kita sebagai diri sendiri juga harus bisa sadar tentang apa yang di lihat dari industry Televisi yang menyuguhkan acara yang sekiranya layak atau tidak.

Liburan ke Bali

                Waktu libur lebaran tahun lalu, ane seneng banget bisa sempet pergi ke Bali bareng keluarga, disini ane ingin mencurahkan kesan-kesan saat jalan-jalan ke bali, nah ane ke bali naik pesawat waktu itu pas berangkat yaitu kira-kira hari rabu, ane berangkat dari rumah itu pokoknya selepas subuh, karena hari sebelumnya udah siap-siap makanya kita langsung berangkat pagi-pagi buta, dan kita pesan tiket pesawatnya jadwalnya pagi, nah  dari bandara kita berangkat sekitar jam 7, dan perasaan ane seneng banget udah berpuluh-puluh tahun tidak ke Bali dan udah lama juga ga naik pesawat, sebelumnya ane pernah ke sana tapi pas ane masih kecil, masih bayi hehe.

                Alhamdulillah saat perjalanan di pesawat aman-aman aja, dan selamat sampai tujuan, saat tiba di bandara ngurah rai bali ane terheran-heran, bandaranya beda banget sama di Jakarta, pas ane singgah kebetulan bandara tersebut lagi di renovasi, ane lihat-lihat, wah bagus banget keliatanya tuh kaya bandara sekelas international yang mewah, pokoknya desain arsitekturnya artistic banget deh beda ama bandara Soetta, renovasi ini juga dikhususkan karena mau adanya konferensi APEC waktu itu kan, terus saat ane, meninggalkan bandara, ane langsung ke penginapan, tepatmya di Hotel Inna, saat perjalanan ane sempat nglewatin proyek jalan Tol Bali yang menghubungkan pulau Bali dan lombok, tapi waktu itu belum dibuka karena akan diresmikan saat konferensi APEC, nah saat sampai di hotel ga nyangka lokasi nya ternyata pas di depan pantai kuta, wah strategis banget deh pokoknya.

                Hotelnya bagus banget dengan view menjorok ke pantai, wah benar-benar excited banget deh pokoknya, ane liburan diBali itu 5 hari, haripertama kita berdiam di hotal dulu hitung-hitung istirahat kan hehe, nah hari kedua baru kita jalan-jalan disekitar pantai didekat pantai kuta tuh ternyata ada pusat belanja atau Mall wah keren deh ane jalan-jalan sama sepupu ane sambil foto-foto, hari ketiga dan seterusnya, kita jalan-jalan ke daerah wisata yaitu ke uluwatu, pantai dreamland, Tanah Lot, Ubud, GWK (Garuda Wisnu Kencana), nah saat hari terakhir tuh pokoknya ane ingetnya sempat ke pasar sukawati untuk beli oleh-oleh. Pokoknya waktu diBali itu saat momen yang ga terlupakan deh.

Nah segitu dulu cerita ane liburan di Bali karena banyak sekali momen-momenya yang ga bisa ane sebutkan sedetail mungkin, hehe kurang lebihnya mohon maaf, bila ada kata yang kurang berkenan, Terima kasih…

Selasa, 07 Januari 2014

Fase masa SD sampai Kuliah

                Saat masih memasuki bangku sekolah dasar (SD) anak-anak banyak yang diam karena belum mengenal temannya satu sama lain, tetapi  saat perkenalan berlangsung dan menjadi semakin dekat dengan terbentuk kumpulan anak2 bisa dikatakan semacam genk (tetapi masih SD) hingga menginjak di bangku kelas 6 hingga mengalami yang namanya perpisahan, tapi karena masih anak-anak rasa sedih mereka hanya sementara.

Saat menginjak bangku SMP, tidak beda jauh dengan masa SD, masih belum seberapa akrab, hingga sampai proses MOS, dan barulah saling tersenyum dan berjabat tangan untuk memperkenalkan diri,dan lama-lama menjadi lebih akrab dan dengan sendirinya mereka pasti membentuk genk (SMP merupakan di saat labilnya emosi seorang anak) dan merekapun saling tertawa, berantem, bahkan menangis.

Saat SMA, disini para remaja lebih sedikit matang, sehingga sudah tidak sedikit malu untuk berkenalan sesama teman baru, seperti halnya SMP, kita melewati masa MOS, dan semakin akrab dengan teman yang lain. Saat lulusan SMA tiba, air mata menetes tak terbendung dengan sangat, seakan kita telah jauh menempuh perjalanan masa sekolah dengan banyak kenangan dan segala prestasi atau ilmu yang telah diapat dalam masa sekolah.

Saat menginjak bangku kuliah juga akan hampir sama dengan alur masa sekolah sebelumnya, hanya saja mereka lebih menganggap dirinya telah dewasa dengan membentuk genk yang bisa dikatakan paling kokoh dari ketiga genk masa sekolah, dan sangat bisa sekali diartikan bahwa saat kita menginjak SMP kita berpikir “tidak seenak masa SD,ada teman ini itu bla bla”. Saat menginjak SMA berpikir lagi “Tidak senyaman masa SMP, ada dia dia dia”. Dan saat mulai masuk kuliah pasti “Tidak seperti masa SMA yang indah”, tetapi dipertengahan semester kuliah pasti mereka menemukan teman yang akhirnya menjadi genk, ada yang 3,4 ato bahkan 10 (kaya Boyband jadinya yaa haha).

Pengalaman Paling Memalukan

Pengalaman paling memalukan dalam hidup ane, sebenarnya ane tidak mau menceritakan pengalaman ini tapi tak apalah, untuk sekedar iseng aje hehe =D, hal memalukan yang masih terngiang di pikiran ane itu, saat waktu SD dulu,  kira-kira  waktu kelas 3 SD-an lah haha, pada suatu ketika ane sedang berangkat sekolah, waktu pagi-pagi ya.. nah, dalam perjalanan kesekolah itu ane ngalamin kejadian paling konyol yang membuat ane malu-semalu2nya, ane waktu itu sedang santai berjalan, tidak tahu kenapa saat berjalan itu ane sedang melamun, saat melamun itu terjadilah hal konyol, pandangan ane tidak fokus saat itu, tiba2 saat berjalan ternyata didepan ane ada lobang selokan yang besarnya segede anak badak terus dalem lagi, sontak ane langsung terjerembab ke dalem situ, ya ampun disitu pikiran ane langsung amburadul. 

Pada saat itu ane udah telat, pikiran ane ingin pulang dulu kerumah karna kebetulan rumah ane sangat2lah dekat dari sekolah, tetapi konyol nya bukanya pulang, ane saat itu tanpa pikir panjang ane tetap masuk sekolah, ya maklum lah namanya juga waktu itu masih kecil ya, haha dan keadaan saat itu sedang panik, kalo misalnya pulang kerumah nanti pikirnya akan dimarahi emak, ya sudahlah ane masuk sekolah aja dengan celana ane yg basah dan bau nya kaya limbah pembuangan akhir manusia, terpaksa ane tersipuh malu di hadapan semua teman2 kelas ane dan guru yg mengajar pada saat itu ya ampun, ibarat kata udah jatuh ketimpa tangga.


Itu saja dulu cerita dari ane soal pengalaman terburuk, kurang lebih nya mohon maaf,  banyak kurang sih kalo dibilang haha, terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca, wasallam...

Sabtu, 09 November 2013

Analisis Penulisan EYD & Kata Tidak Baku

SEPAK TERJANG BAHASA INDONESIA DI MATA DUNIA

Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam

Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia. “Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,­” kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad.

Pembenaran :

Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember tahun 2007, kata seorang diplomat Indonesia. “bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,-“ kata Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad.

Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas. Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing.

Pembenaran :

Guna mengembangkan dan memperlancar pembelajaran bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas. Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing.

Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia. Irdamis berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara ini di masa depan.

Pembenaran :

Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam bahasa Indonesia, lomba esai tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka pembelajaran bahasa Indonesia. Irdamis berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari bahasa Indonesia, mengingat kemungknan menginkatnya hubungan kerja sama antar kedua negara ini di masa depan.

Dipelajari di lebih dari 45 Negara di Dunia

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi adalah hal yang sangat krusial. Maka dari itu tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Beberapa negara yang sudah mempelajari bahasa Indonesia diantaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Pembenaran :

Walaupun yang paling efektif  dalam merubah citra  adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi adalah hal yang sangat krusial. Maka dari itu tingginya minat orang asing belajar bahasa Indonesia, di antaranya Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat ke-10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Paling Populer di Australia

Di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer ke-4. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini. Sama seperti di Negara kita, di Australia bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia l. Hal ini membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling populer mengembangkan bahasa Indonesia.

Pembenaran ;

Di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling popular ke-4. Ada kurang leih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di Negara kangguru ini. Sama seperti di Negara kita, sedangkan di Australia bahasa Indonesia  adalah bahasa  tang wajib  dipelajari di tingkat sekolah dasar beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia. Hal ini membuat Australia menjadi salah satu Negara yang palng popular mengembangkan bahasa Indonesia.

Pusat Studi Indonesia di Afrika

Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia. Negara piramid dan sphinx ini telah membangun Pusat Studi Indonesia. Pusat Studi ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.

Pembenaran :

Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai Negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia. Negara pyramid dan sphinx ini telah membangun pusat pembalajaran Indonesia. Pusat pembelajaran ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah  awal untuk lebih mendalam ndonesia dari semua aspek, mencakup ideology, politik, social dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya

Menjadi Bahasa Pilihan di Situs Klub Sepak Bola

Klub sepak bola di Italia, Juventus, Intermilan, dan AC Milan telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa Indonesia.

Telah Lama Dipelajari di Jepang
Di negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang pada 1969. Anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Hingga saat ini telah tercatat lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai tingkatan. Ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan.

Pembenaran :

Di Negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat pembelajaran Indonesia. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang pada 1969. Anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai universitas di Jepang. Sejak 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan bahasa Indonesia. Hingga saat ini telah tercatat lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai tingkatan. Ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan.

Keterangan :

Kata yang di tandai warna              (kuning) adalah kata TIDAK BAKU